Seri Motivasi Diri : MARKETING MIX   Leave a comment

Mempunyai bisnis yang sukses pastinya merupakan dambaan bagi semua entrepreneur. Ngga heran, pengusaha supersukses macam Bill Gates, Steve Jobs, atau Bang Bob Sadino sering jadi role model bagi para pengusaha muda Indonesia bahkan dunia, termasuk saya . Menurut gue sih ini hal yang positif, karena fakta menunjukan, untuk menjadi negara yg maju, dibutuhkan entrepreneurs sebanyak 2% dari total penduduk suatu negara. Malaysia punya 2,1%, Singapura punya 7,2%, USA punya 11,5%, but Indonesia, just 0,24% . Indonesia perlu 1,76% lagi, dikali jumlah penduduk Indonesia 260.000.000, berarti Indonesia butuh 4.576.000 orang lagi. So, would you be one of them?

Bermimpi besar sih oke2 aja, tapi kita sebagai insan masyarakat indonesia yang cerdas gak boleh kaya orang bodoh, maju ke medan perang tanpa bawa senjata apa2. Untuk membangun suatu usaha yg sukses, banyak hal yang harus dipikirkan, bukan hanya sekedar modal loh . Kalo yg mesti dipikirin cuman modal doang mah, gampang gan, karena modal itu bisa didapat dari mana pun (aka ngutang ). Masalahnya yg namanya bisnis itu complicated, rumit, ribet, but fun! Nah, salah satu hal paling dasar yg harus agan pikirin adalah marketing mix, yg pengen ane share sekarang . Semoga tulisan nubi ngga berdaya ini bisa jadi tambahan ilmu buat agan-agan sekalian, ENJOY

1. PRODUCT aka barang itu sendiri

Agan pengen bikin usaha tapi bingung mesti jual apaan? Nah cara nyari idenya tuh gini gan. Pertama, agan mesti cari ‘needs’. ‘Needs’ itu artinya sesuatu yg dibutuhkan oleh seseorang. Gue kasih contoh ya, manusia butuh makanan, itu yg mendasari dibangunnya restoran. Manusia butuh minum, itu yg mendasari terciptanya produk aqua. Manusia ngga mau ribet, itu yg mendasari terciptanya mie instan. Manusia butuh curhat, itu yg mendasari terciptanya twitter . Kalo kita jeli, sebenernya needs dari manusia itu buuuuuuuuuanyak banget. Jadi, kalo agan masih bingung harus jual apa, coba agan mulai perhatikan sekitar lingkungan agan, ada ngga toko yg jual pulsa? ada laundry kiloan? ada tukang bakso/mie ayam? ada supermarket? ada rental komik? andaikan ada needs dari masyarakat lingkungan agan yg belum terpenuhi, jangan berlama-lama, segeralah ambil kesempatan itu

2. PLACE aka tempat

Dimana agan akan jual produk agan? Ngga mungkin kan agan jualan pulsa sementara di daerah situ toko2 isinya pedagang pulsa semua, atau jualan pistol karet di depan istana negara, atau jualan teh manis panas di gurun sahara, atau jualan es teh manis di kutub utara? Produk besar macam starbucks juga ngga akan laku kalo jualannya di tengah padang pasir. Intinya adalah agan harus nempatin produk agan di pasar yg tepat, jangan sembarang asal jual aja. Ingat, posisi menentukan prestasi Ada beberapa cara untuk nentuin pasar yg tepat, salah satunya dengan cara segmentasi, tapi rada ribet gan. Sebenernya kalo masalah lokasi sih bisa pake logika, dan tentunya insting berbisnis agan-agan sekalian

3. PROMOTION aka promosi

Kenapa banyak banner2 terbentang di sepanjang jalan? Kenapa perusahaan2 rela mengeluarkan ratusan juta hanya untuk memasang iklan beberapa detik di TV? Kenapa perusahaan rokok sering terlibat dalam konser atau kegiatan sosial? Kenapa? Karena saat ini, kita telah memasuki era advertising, era dimana hidup suatu produk ditentukan oleh promosi. Ngga mungkin kan agan ngga kenal produk yg namanya indomie (seleraku), oreo (afikaaah), oskadon (diminumiiin), xl (maafin marwan ya :3 ), kopiko (gantinya ngopi), dan bahkan produk plagiat macam blueberry (agnes monica) . Mereka itu brand2 yg berhasil mendapatkan tempat di hati konsumennya karena berhasil melakukan proses promosi yg sangat baik. Tenang, gue ngga nyuruh agan2 masang iklan di tipi Sekarang udah banyak kok metode promosi gratis, salah satunya lewat social media seperti twitter atau facebook. Banyak lho produk yg berhasil eksis karena social media, salah satunya adalah keripik pedes maicih

4. PRICE aka harga

Kenapa gue jelasin price di bagian paling akhir? Karena menentukan harga produk yg mau kita jual emang ada di bagian yg paling akhir Setelah nentuin jenis produk yg mau dijual, lokasi tempat penjualan, dan metode promosi yg kita gunakan, baru deh kita bisa estimasi kira2 berapa harga yg pas untuk produk kita. Caranya adalah dengan menghitung estimasi biaya yg harus kita keluarkan mulai dari memproduksi hingga proses penjualan produk tersebut. Misal nih ya, gue buka kedai minuman. Berarti gue mesti ngitung harga bahan baku, sewa tempat, biaya promosi, dan biaya lainnya. Setelah dapet total estimasi pengeluaran, gue sekarang harus ngitung estimasi jumlah penjualan produk gue. Misal, kira2 gue prediksikan dalam sebulan gue berhasil menjual 100 gelas. Berarti total pengeluaran dibagi 100 gelas adalah harga minimum penjualan per gelas, dan untuk mendapatkan profit gue harus menjual dengan harga yg lebih tinggi dari harga minimum itu, simpel kan?

 

Copas dari : Forum UKM Kaskus….

Posted 9 Maret 2012 by Tulus Budi in Penyemangat, Wira Usaha

Tagged with , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: