Kupas Strategi ATPM Motor : Bajaj Auto Indonesia   15 comments

well…. saat ini gw pengen bahas tentang strategi BAI di indonesia, but ini hanya  opini gw lho…? jauhlah ama ahli marketing kayak bro triatmono (triatmono.wordpress.com) dan bro komeng /mindgenesis (mygoldmachine.wordpress.com) ….. sujud mbahhhhh….. .

Sebagai pabrikan yg baru berumur 2 tahun mereka boleh dibilang cukup sukses terutama bila diliat secara kasat mata produk2 mereka terutama Pulsar baik yg 180 atopun 200 cukup banyak berkeliaran dijalan (data penjualan susah didapet karna mereka bukan anggota AISI….), gw rasa baik AHM atopun YMKI agak ketar-ketir dengan fakta ini,  sebenarnya apa sech keunggulan/kekurangan mereka…??

Kelemahan/kekurangan BAI :

  • sampai saat ini mereka belum punya pabrik di indonesia, semua unit masih di-import dari india dan dirakit secara CKD, bahkan untuk sparepart (katanya lho…? ) bekerjasama dengan pabrikan TVS di karawang, so ini kelemahan atopun malah justru kekuatan mereka? dengan mendatangkan dari india dan merakit disini mereka bisa menekan cost produksi juga ga perlu riset produk baru (kan udah diriset di india sono….? BAI tinggal pilih mana yg mo dimasukin?…) tapi jadinya kacau klo ternyata produk itu agak seret di pasar ( kasus XCD125 yg menurut gw kurang …. sekarang mereka malah kesulitan kalo harus masukin XCD135 karena stok XCD125 masih banyak menumpuk…)
  • jumlah Bengkel yg ga sebanyak AHASS-nya AHM dan BERES-nya YMKI
  • Resale Value yg turun cukup drastis ( hmmmm rata2 hampir semua mongtor batangan emank jelek sech resale valuenya…. )
  • Hmmmm ini terserah mo dianggep kelemahan or kelebihan, Speedometer yg setelah diuji pake GPS ternyata simpangannya minim ( http://saft7.com/?p=270 )

Lini Produk BAI :

Bajaj Pulsar 180 DTS-I (Sport Touring) ,Harga sekarang : 18 Juta

dengan kapasitas mesin yg hampir mencapai 180 cc dan diklaim sanggup memuntahkan tenaga hingga 16.5 bhp (12.28 kw) @ 8000 rpm , sementara torsi mencapai 15.22 Nm @ 6000 rpm,  Pulsar 180DTS-I menjadi andalan BAI sebagai produk perdana mereka (versi baru Pulsar180 yg baru keluar di india sanggup mengail tenaga hingga 17 bhp …. cukup untuk bersaing dengan rival baru mereka di india yaitu TVS Apache Mennace 180cc yg memuntahkan tenaga hingga 17.3 bhp ….. ) .

Bajaj Pulsar 200 DTS-I (Sport Touring) ,Harga sekarang 21 juta

sedikit menambah kapasitas mesin menjadi 200 cc, tenaga yg dihasilkan 18 PS (13.25 KW) @ 8000 rpm  (versi 2009 di india diklaim bisa mencapai 19 PS , setara dengan power yg dihasilkan Yamaha Scorpio 225 cc ) sementara torsi 17.17 Nm / 1.75 Kgm  , rasanya cukup besar bila dibandingkan dgn rival dari AHM yaitu honda tiger  (power 16.7 pada 8500 rpm – max torsi 1.60 kg.m / 7000 rpm), dengan tambahan teknologi pendingin olie (Oil Cooler) mirip Suzuki Satria FU. (versi 2009 di india muncul dalam 3 varian yaitu P200 standart, p200 dgn rear diskbrake, dan P200 berbaju P220 DTS FI).

Bajaj XCD 125 DTS-SI , harga 13.5 juta

ini kelas ekonomis-nya BAI, strateginya untuk menggerogoti pasar motor bebek mid seperti SupraX, shogun dan JupieZ, oleh sebagian koran dan majalah otomotif dibandingkan dengan Suzuki Thunder125 but gw anggap ini ga relevan, cause Tagline XCD125 adalah irit…..  neh tech spec-nya:

Max. Horsepower (ps/rpm) 9.53 PS( 7.01 kW) at 7000 rpm
Max. Torque (kg m/rpm) 10.85 Nm at 5000rpm
Maximum Speed 90 Kmph (with single rider of 68 kg)
Mileage 109 KMPL

dengan 3 (tiga) produk andalan tersebut BAI cukup mendapatkan sambutan hangat dari konsumen indonesia (terutama Pulsar Generationnya….), strategi yg cukup bagus yaitu menggandeng Komunitas2 Pengguna motor mereka yaitu Pulsarian(pulsarian.or.id), PRIDES (www.prides-online.com), Extreme, Sniper, Pulsarior dengan dukungan dari komunitas ini bisa menjadi semacam iklan berjalan bagi produk2 mereka disamping mengeluarkan iklan (yg gw anggep iklan motor terbaik dan tersopan yaitu edisi Bajaj DTS transformer)

Next Product Release from BAI :

XCD 135 DTS-SI (Swirl Induction)

xcd135

diharapkan XCD 135 akan bisa bersaing dengan suzuki Thunder 125, karena pasar ini masih lowong atopun menggerogoti pasar bebek mid-premium seperti supraX125 dan Jupiter MX apalagi dgn pricing di kisaran 14-16 jutaan.

Pulsar 220 DTS FI (Fuel Injection)

p220

motor yg performanya diklaim unggul daripada yamaha R15 (but kalah di akselerasi dan kestabilan ditikungan) ini diisyukan akan keluar, isyu yg beredar dari awal tahun bahwa BAI akan mengeluarkan produk ini dgn kisaran harga 26 jutaan , apalagi ada beberapa rider yg katanya ngeliat produk ini sedang test-ride, buttt kalo ngeliat moving dari ATPM lain yaitu Minerva, kayaknya BAI akan merevisi harganya….. apalagi klo melihat kesiapan BERES (bengkel resmi) akankah siap dgn teknologi injeksi?….

ok…. sekian opini gw, mohon disikapi dgn bijaksana…..

Posted 19 Juni 2009 by Tulus Budi in Motor

Tagged with , , ,

15 responses to “Kupas Strategi ATPM Motor : Bajaj Auto Indonesia

Subscribe to comments with RSS.

  1. Pertamax….
    Emang sih BAI seenggak2nya buat pabrik untuk sparepart di sini, karena ada beberapa kasus kelangkaan sparepart untuk part fast moving kyk kampas rem.
    Mengingat baru 2 tahun ada di Indonesia baja sudah cukup baik penetrasi pasarnya, sampai2 AHM dan YMKI ketar ketir.

  2. untuk part yang fast moving gw stuju lah dibuat pabriknya, tapi untuk pabrik motornya sendiri, musti riset lagi deh

  3. nambahin:
    soalnya ATPM yg dah punya pabrik di sini, kualitas produknya turun, kita taulah yang mana itu…

    saran buat BAI, jangan pake strategi pasar “membabi buta”. maksudnya mengeluarkan varian banyak tapi satu tipe, contohnya si “Supri” 100 cc brapa coba variannya? padahal mesin cuma itu2 aja. mending fokus ke yang ada sekarang.

    kalo mau ngelurin produk baru, yang di beda cc aja sekalian, 220 atau 250 cc sekalian…

    Bravo BAI deh…

  4. nunggu p220 ah…….

  5. mampir ke blognya mas KECRET ahhhhhh lega….

    BAI, klo mau serius maen di pasar R2 Indonesia mbok yah suara konsumen itu di dengerin….ente ada karena konsumen ingat itu…

    makasih

    • wah makasih bro encis dah berkenan mampir…. sayang ga ada suguhan ‘pelepas dahaha’ nehhh…. hehehehe….

      semoga BAI mau mendengar suara konsumen, jangan cuma sekedar nyari untung tanpa memperhatikan layanan purnajual produknya agar loyalitas pengguna ga luntur

  6. Luar biasa…..informatif banget ttg BAI (ini baru opini….apalagi analisisnya…makin muanteb kayaknya neh)
    BTW gw setuju bahwa sampai saat ini BAI masuk ke pasaran Indonesia dengan strategi yg cukup jitu, well….untuk pemain baru, Gw salut untuk Pulsar 200 dibanderol 21 JT, dengan tawaran teknologi DTSi-nya itu lho……. sukses Bro !!!

  7. Dengan body yang kokoh dan tampilan maskulin pada pulsar 200cc membuat pesaing nya pada ngiri.
    salut buat BAJAJ ( Kumala Auto Prima Makassar)

  8. tp kok g da yang buat test ride ya?

  9. ari menurut abdi mah varian ,motor bajaj teh sarae sadayana oge,..komo deui lamun di modif TOP bgt,..

  10. wakakakakakak……..BAJAJNGAN tuh dealernya d jogja…
    Motor emang keren, tp pelayanan busuk, gw udah 2 minggu tanpa rem blakang + kabel spedometer,

    lo bayangin aj barang urgent kaya gitu ampe g ad stock, muke gile otak sales ma petinggi2 BAJAJAINGAN pd kmana y ??

    cuma ngejar target jual, selanjutnya untuk yg udah beli mo dbakar pa mo d buang terserah yg penting anda sudah beli kami untung

  11. thanks,,,untuk BAI,,,saya sebagai konsumen,,plus karyawan PT BPN,,bagian marketing,,berharap after seles nya di maxsimal kan,,supaya saya lebih muda untuk menjual produck2 bajaj saya,,,
    good luck BAI,,,
    hidup BPN,,bajaj persada nusantara,,

  12. sayang bgt bajaj ga bikin pabrik di indonesia. ga niat kali..heheheh… beda ama tvs yg dah bikin pabrik di krawang… salam damai.. just opinion

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: